07 Juli 2010

Robot Deteksi Kebohongan

Suatu hari seorang ayah dengan girang membeli sebuah Robot yang canggih dalam mendeteksi kebohongan. Dia langsung tidak sabar ingin menguji keampuhan robotnya itu. Malam pun datang, sang anak pulang jam 11 malam. Di ruang tamu sang ayah sudah menanti bersama sang robot.

Ayah : Kamu dari mana Nak?
Anak : Belajar, Yah...

Kontan sang Robot pun menampar sang anak.

Ayah :Jangan bohong nak! Robot ini akan menamparmu tiap kali kamu berbohong. Ayo jawab yg benar, kamu dari mana?!
Anak : Nonton Yah di rumah temen...
Ayah : film apa?
Anak : film perang...

PLAK! Si anak kena tampar sekali lagi oleh robot.

Ayah : ayo yang jujur!
Anak : aku nonton film porno Yah
Ayah : ha... dasar kamu! Kamu tahu, waktu Ayah seumuran kamu, Ayah belum pernah nonton film porno...

PLAK! Sekarang giliran si ayah yang kena tampar robot.

Mendengar suara ribut-ribut di ruang tamu, sang Ibu keluar dan melihat wajah anaknya merah lebam habis kena tampar robot.

Ibu : Ayah! Jangan keterlaluan gitu dong! Biarpun begitu dia kan anak kamu!

PLAK! kali ini sang Ibu yang kena tampar robot...

larangan makan

si Badu punya masalah dengan kolesterol dan dinasehati dokter untuk
rajin berolahraga dan menjaga makanan.
Dokter: Hindari daging2an dan jeroan, terutama kambing.
Badu: wah, itu justru kesukaan saya.
Dokter: pilih makan enak atau sehat?
Badu: Jadi saya mesti makan apa dok?
Dokter: pokoknya segala macam yang berenang di air tawar aman dimakan

Seminggu kemudian dokter lewat di rumah Badu dan memutuskan untuk
mampir dan menanyakan keadaannya

Dokter: bapak ada?
Pembantu: ada dok, bapak sejak pagi ada di kolam renang
Dokter: wah, rajin sekali. ternyata bapak mengikuti saran saya untuk berolahraga
Pembantu: bukan dok, bapak di kolam renang lagi ngajarin kambingnya berenang..

gadis matematis dan gadis logis

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara
berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara
berpikirnya mengandalkan LOGIKA ( L) . Mereka berdua
berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan
jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa
lama mereka berjalan....

M : Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria
yang sedang berjalan mengikuti kita kira2 sejak
tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya
khawatir dia bermaksud jelek.

L : Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.

M : Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti
ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap
kita. Apa yang harus kita lakukan.

L : Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan,
yaitu berjalan lebih cepat.

M : Itu tidak banyak membantu, gimana nich.....

L : Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau
kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat
jalannya.

M : Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan
kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap
kita dalam waktu dua setengah menit...

L : Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita
lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat
jalan yang kekanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti
kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti
olehnya.

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi
mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika
(L ). Gadis matematis ( M) tiba di rumah lebih dulu dan
dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak
berapa lama kemudian, Ga dis Logika (L ) datang.

M : Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat.
Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?

L : Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.

M : Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan
kamu?

L : Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat
tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga
mengejar saya.

M : Dan... dan..

L : Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya
di tempat yang gelap...

M : Lalu.. Apa yang kamu lakukan?

L : Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan,
yaitu saya mengangkat rok saya..

M : Oh... Lalu apa yang dilakukan pria tadi?

L : Sesuai dengan logika... Dia menurunkan
celananya...

M : Oh tidak... Lalu apa yang terjadi kemudian?

L : Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat
roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang
berlari sambil memelorotkan celananya... So akhirnya
aku bisa lolos dari pria itu...