12 Desember 2010

Musik sebagai Obat

Bayangkan jika suatu hari Anda didiagnosa menderita penyakit jantung tapi alih-alih diberikan resep obat,

Anda malah diminta bernyanyi setiap hari. Percayakah Anda ?

Menjadikan musik sebagai pengganti obat-obatan medis memang belum banyak dipakai, padahal sudah cukup banyak penelitian yang menunjukkan manfaat musik untuk menyembuhkan penyakit, mengurangi hormon stres, bahkan untuk meningkatkan intelegensia.

Seorang profesor dari Universitas Southampton, Inggris, Clive Holmes, melakukan studi untuk mengetahui efek musik pada pasien dementia (penyakit gangguan fungsi kognitif akibat kerusakan di otak karena faktor usia atau penyakit serius lainnya). Setelah diterapi dengan musik, "tiba-tiba saja para pasien itu seperti ’hidup kembali’, padahal beberapa di antaranya tidak pernah berbicara lagi selama 3 tahun," katanya.

Berikut beberapa penyakit yang berhasil disembuhkan dengan terapi musik :

Kanker

Pasien kanker yang harus menjalani kemoterapi biasanya sering mengeluhkan sakit dan rasa tidak nyaman, tapi setelah mereka diminta mendengarkan musik sambil menjalani kemo, mereka mengaku lebih nyaman dan sakitnya berkurang.

Awal tahun ini, seorang pasien di Valindre Cancer Centre, Cardiff, Inggris, mendapatkan ’konser mini’ dengan seorang pemain harpa profesional, setiap kali melakukan perawatan untuk penyakit kankernya.

Musik telah terbukti mampu mengurangi rasa trauma akibat efek obat.

Intelegensia

Kaitan musik dengan kemampuan otak seseorang sudah lama kita ketahui. Itu sebabnya banyak pakar yang menyarankan agar janin dalam kandungan secara rutin diperdengarkan musik.

Ahli dari Kanada mengatakan bahwa semakin muda seorang anak mendapatkan pelajaran musik, ia akan memiliki kemampuan belajar dan mengingat lebih baik dibandingkan anak lain yang tidak mendapat pelajaran musik.

Penyakit jantung

Bernyanyi secara teratur ternyata bisa mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Profesor Graham Welch, ahli musik dan medis dari Universitas London, mengatakan musik mengurangi kortisol (hormon stres) dan membuat sistem kardiovaskular bekerja lebih baik.

Bernyanyi juga memiliki manfaat fisik, karena itu termasuk dalam aktifitas aerobik yang meningkatkan kadar oksigen dalam peredaran darah dan melatih otot utama dari tubuh bagian atas. Agar metode ini semakin dikenal, organisasi kesehatan jantung di Inggris, desember ini berencana melakukan kampanye bernyanyi bagi semua orang yang ingin sehat.

Dementia

Hasil studi terbaru belum lama ini menunjukkan efek pertunjukan musik hidup (live music) pada para pasien dementia. Dalam penelitiannya, para pakar kesehatan meminta sebuah band memainkan lagu-lagu klasik yang populer di depan para pasien.

Seperti sudah diduga, para pasien yang semula tidak bisa melakukan apa-apa akibat penyakitnya, kini sudah bisa berkomunikasi, bahkan ada yang ikut bernyanyi dan berdansa saat mendengar musik.

Kemampuan belajar

Terapi musik kini banyak dipakai untuk anak-anak autis dan mereka yang memiliki kesulitan belajar. Spesialis musik terapi, Nordoff Robbins, mengklaim bahwa anak yang frustasi, seperti halnya anak autis, energinya akan meningkat ketika bermain musik.

Stres

Penyakit ini banyak dialami oleh warga perkotaan yang sibuk dan harus menghadapi berbagai persoalan.

Selain menggangu kesehatan mental, stres juga berpengaruh pada kesehatan fisik seseorang.

Menyadari hal tersebut, kini banyak perusahaan yang menggunakan musik untuk mencegah terjadinya stress pada karyawannya agar tetap produktif bekerja. Penelitian menunjukkan, pekerja yang mengikuti sesi mendengarkan musik saat istirahat siang, perasaan lelah dan depresinya berkurang sampai 50 persen.

Nyeri

Untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri, jangan selalu mengandalkan obat, dengarkanlah musik, demikian saran para pakar. Saran itu didasarkan pada penelitian yang dilakukan terhadap 500 pasien yang baru menjalani pembedahan perut, setelah rutin mendengarkan musik, mereka mengaku sakitnya berkurang, efeknya sama dengan mereka yang mengkonsumsi obat penghilang sakit (paint killer).

Jenis musik yang ingin didengarkan bisa apa saja. Pasien boleh memilih yang sesuai dengan kesukaan masing-masing, seperti piano, jazz, slow musik atau orkestra.

Bayi yang lahir prematur

Tak hanya orang dewasa saja, bahkan bayi pun menyukai musik.

Menurut riset yang dilakukan seorang dokter di Israel, bayi yang terlahir prematur memiliki detak jantung lebih teratur dan tidur lebih nyenyak ketika mereka mendengarkan penyanyi dan musik harpa.

Musik juga bisa dimanfaatkan oleh para ibu yang baru melahirkan. Selain mengurangi sakit, musik juga berfungsi untuk memulihkan stamina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar