Pada suatu hari ada seorang pendeta dan pak haji dari sebuah desa yg ingin menghadiri sebuah acara di sebuah balai desa. Karena acara tersebut bertemakan "kerukunan umat beragama" maka pendeta dan pa haji tersebut memutuskan untuk pergi ke balai desa bersama sebagai wujud kerukunan beragama. Lalu berangkatlah mereka berdua secara bersama sama. Namun ditengah jalan mereka menemui hambatan yaitu sebuah sungai yg dangkal. Lalu mereka berdiskusi bagaimana caranya mereka melewati rintangan tersebut. Akhirnya terjadilah percakapan sebagai berikut
Pak Haji: Pak Pendeta bagaimana ini ?
Pendeta: Baik, sebentar saya pikirkan cara untuk melewati sungai ini
Pak Haji: Saya punya ide cemerlang Pa Pendeta
Pendeta: Apa itu Pa Haji ?
Pak Haji: Bagaimana jika saya menggendong Pak Pendeta agar pakaian Pak Pendeta tidak basah ?
Pendeta: Lalu bagaimana denga anda Pak Haji ?
Pak Haji: Gampang saya kan memakai sarung jadi tinggal diangkat saja sarungnya sampai ke lutut dan air tidak akan mengenai pakaian saya
Pendeta: Yauda saya setuju dengan saran Pak Haji
Akhirnya Pak Haji menggendong kawannya agar dapat melewati sungai tersebut , namun ditengah jalan terjadi percakapan berikut
Pendeta: Pak Haji sudah pernahkan melihat seorang Pendeta naik Haji?
Pak Haji: Tentulah belum, memang ada ya Pendeta naik Haji?
Pendeta: Ya saat ini saya (Pendeta) sedang naik Haji kan?
Pak Haji: Haha bisa saja Pak Pendeta ini. Tapi ngomong ngomong Pak Pendeta sudah pernah melihat seorang Haji membaptis seorang Pendeta ?
Pendeta: Mana bisa seorang Haji membaptis seorang Pendeta, haha bisa saja Pak Haji ini...
Lalu seketika itu juga Pak Haji menceburkan Pendeta tersebut ke dalam sungai
Pendeta: Pak Haji kenapa menceburkan saya ke dalam sungai? Apakah kata kata saya menyinggung Pak Haji?
Pak Haji: Tidak kok, saya tidak tersinggung sama sekali. Saya hanya ingin memberi contoh kalo ternyata ada seorang Haji membaptis seorang Pendeta
Akhirnya mereka berdua tertawa bersama sama dalam keadaan basah kuyup. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke balai desa meskipun dengan keadaan basah kuyup. Mereka pun menceritakan lelucon "pendeta naik haji" dan "haji membaptis pendeta" kepada hadirin sekalian. Lalu para hadirin pun mulai tertawa terbahak bahak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar